Jumat, 06 Juli 2018

Review Jurnal Pengaruh Politik Dalam Bidang Pendidikan


            REVIEW JURNAL
“ PENGARUH POLITIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN “
Oleh : Nurtanio Agus Purwanto


DOSEN PENGAMPU : MUHAMMAD ARIFIN S.Pc, M,Pd

DISUSUN OLEH :
NAMEBAT SINAGA
NPM : 1702050092
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA (UMSU)
T.A 2017/2018

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Politik berasal dari bahasa Belanda politiek dan bahasa Inggris politics, yang masing-masing bersumber dari bahasa Yunani τα πολιτικά (politika - yang berhubungan dengan negara) dengan akar katanya πολίτης ( polites - warga negara) dan πόλις ( polis - negara kota ). Secara etimologi kata "politik" masih berhubungan dengan polisi, kebijakan. Kata "politis" berarti hal-hal yang berhubungan dengan politik. Kata "politisi" berarti orang-orang yang menekuni hal politik.
Negara itu sendiri adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Defenisi-defenisi ilmu politik kategori ini belakangan juga dinilai masih bersifat tradisional dan agak sempit ruang lingkupnya. Pendekatan ini dinamakan Pendekatan Institusional (institutional approach ). Menurut Roger F Soltau (dalam buku Introduction to Politics ):“Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negar dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu, hubungan antara negara dengan warganya serta hubungan antarnegara (Political science is the study of the state, its aim and purposes…the institutions by which these are going to be realized, its relations with its individual members, and other state ).
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
B.     Tujuan Dan Manfaat Penelitian
a.      Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui apa saja hubungan antara potik dan pendidikan
2.      Untuk membuat pembaca paham bagaimana politik bisa mempengaruhi organisasi pendidikan
3.      Bisa lebih memahami bagaimana pendidikan politik yang baik dan benar
b.      Manfaat Penelitian
1.      Agar Pembaca dapat mempersepsikan politik itu sebagai hasil dari pendidikan yang baik dan benar.
2.      Agar mengetahui apakah pendidikan menunjang keadaan politik disuatu negara
3.      Agar kita dapat mengetahui apa saja keterkaitan pendidikan terhadap dunia politik
4.      Agar dapat diketahui pula apakah politik berpengaruh terhadap pendidikan.
c.       Teori yang Digunakan
1.      H.A.R. Tilaar (2003: 143) mengemukakan dua fungsi besar negara, yaitu: mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat banyak dan mempersatukan rakyat banyak tersebut dalam suatu wadah yang disebut negara.
2.      Michael W. Apple dalam Tilaar (2003: 145) menjelaskan bahwa politik kebudayaan suatu negara disalurkan melalui lembaga-lembaga pendidikannya sehingga dalam pendidikan tersalur kemauan-kemauan politik atau sistem kekuasaan dalam suatu masyarakat.
3.      Mochtar Buchori dalam Sindhunata (2000: 19-20) mengemukakan
alasan kemerosotan periode saat ini dalam perpolitikan dalam tiga generalisasi, yaitu:hal. 1-11
a. Perbedaan dalam perilaku politik disebabkan oleh perbedaan dalam mutu pendidikan dasar yang mereka terima sebelum mereka memasuki kehidupan politik, generasi Dr. Sutomo hingga Soekarno mendapatkan pendidikan dasar yang sangat kuat yang mampu melahirkan kemampuan dan semangat intelektual yang tinggi dan sebagai bekal yang lengkap dan memadai sebagai landasan kehidupan politik dikemudian hari. Kondisi demikian tidak terjadi paska tahun 1945 dimana terjadi kemerosotan mutu pendidikan kita secara cepat sehingga tidak mampu menghasilkan seseorang yang tangguh dan profesional bukan sekedar figure semata.
b. Perbedaan disebabkan karena politik sebelum kemerdekaan dihuni oleh “the educated minority”, yaitu kelompok anggota masyarakat minoritas yang mengenyam pendidikan cukup tinggi, sedangkan paska kemerdekaan dunia politik dikuasai oleh golongan masyarakat yang relative kurang terdidik tetapi mampu menggalang dukungan dari masyarakat.
c. Perbedaan dalam Zeitgeist, perbedaan dalam semangat zaman antara zaman sebelum kemerdekaan dengan era paska kemerdekaan. Semangat zaman periode 1908-1945 sangat berbeda dengan zaman yang hidup dalam masyarakat kita dalam periode setelah kemerdekaan.
4.  John C. Bock dalam Zamroni (2000: 2) mengidentifikasi peran pendidikan sebagai berikut: a) memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa, b) mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan,dan mendorong perubahan sosial, dan c)meratakan kesempatan dan pendapatan.
5. Zamroni (2000: 3-5) mengemukakan peranan pendidikan dalam pembangunan
nasional suatu bangsa dan berkaitan dengan pengambilan keputusan dan kebijakan pendidikanberdasar pada dua paradigma, yaitu:
a. Paradigma fungsional, yang melihat kemiskinan dan keterbelakangan dikarenakan
masyarakat tidak memiliki cukup penduduk yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap modern
b. Paradigma sosialisasi, yang melihat peranan pendidikan dalam pembangunan adalah: mengembangkan kompetensi individu, kompetensi yang lebih tinggi untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kemampuan warga masyarakat secara keseluruhan.




BAB II
PEMBAHASAN

Kaitan antara pendidikan dan politik sangat erat bahkan selalu berhubungan sehingga dengan keadaan tersebut dapat kita ketahui bahwa politik negara sangat berperan menentukan arah perkembangan pendidikan di suatu negara. Tidak berlebihan kiranya bila banyak ahli yang berpendapat bahwa pendidikan sebagai salahsatu upaya atau sarana untuk melestarikan kekuasaan negara. Michael W. Apple dalam Tilaar (2003: 145) menjelaskan bahwa politik kebudayaan suatu negara disalurkan melalui lembaga-lembaga pendidikannya sehingga dalam pendidikan tersalur kemauan-kemauan politik atau sistem kekuasaan dalam suatu masyarakat.
Upaya menanamkan suatu prinsip, doktrin dan kesepakatan-kesepakatan negara melalui pendidikan dilakukan dengan cara yang tidak dapat ditelusur secara sekilas karena biasanya berada secara implisit dalam suatu materi pendidikan atau kurikulum sehingga secara tidak sadar sebenarnya masyarakat yang mengikuti dan memperoleh pendidikan telah mendukung pula tujuan khusus negara tersebut.
Upaya untuk melestarikan kekuasaan negara secara umum dibedakan Tilaar (2003:145-146)
dalam beberapa sistem atau pendekatan, yaitu:
a. Moralisme Religius, dalam pendekatan ini Negara memberikan arah kepada pendidikannya
agar memelihara nilai-nilai moral religius yang dianut oleh negara. Dalam sejarah pendidikan
hal ini dikenal pada zaman scholastic.
b. Masa Aufklarung, munculnya intelektualoisme mendorong Negara mengarahkan pendidikannya kepada pengembangan kemampuan berpikir yang merupakan dasar dari kemajuan. Intelektualisme merupakan tujuan utama dalam pendidikan yang diarahkan oleh negara.
c. Perkembangan Nasionalisme, dengan lahirnya Negara-negara bangsa pada abad 19, terutama sesudah revolusi Prancis, maka pendidikan nasional merupakan tugas utama dari negara. Pendidikan warga negara dilaksanakan di sekolah-sekolah dan mencapai puncaknya dalam pendidikan totaliter seperti yang diselenggarakan oleh Nazisme, totaliterisme, Fasisme, dan Komunisme.
d. Lahirnya Demokrasi, hal ini dikenal terutama dalam falsafah pendidikan yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh filsuf John Dewey, yang mengatakan bahwa apabila kiuta berbicara mengenai demokratis maka kita memasuki wilayah pendidikan. Pendidikan merupakan sarana bagi tumbuh dan berkembangnya sikap demokrasi. Oleh sebab itu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari penyelenggaraan Negara yang demokratis.3
e. Pendidikan sebagai Pengembangan Sumber Daya manusia, pendekatan dari sudut ekonomi ini menunjukkan betapa pentingnya factor manusia dalam pengembangan ekonomi. Kehidupan ekonomi menjadi sangat penting dalam kehidupan bernegara. Oleh sebab itu Negara wajib mengembangkan kemampuan sumber daya manusianya sebagai asset untuk perkembangan ekonominya. Pendekatan ekonomis dan kebutuhan tenaga kerja menjadi sangat menonjol dalam pandangan ini. Pendekatan ini menjadi sangat popular di negara-negara berkembang setelah perang dunia kedua.
f. Pendekatan-pendekatan diatas mempunyai banyak kelemahan terutama dalam kelanjutan
kehidupan suatu masyarakat. Krisis ekonomi, krisis sosial yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa pendekatan diatas mempunyai kelemahan-kelemahan. Salah satu pendekatan baru adalah pendekatan kapital sosial merupakan suatu kekuatan yang menjamin adanya integrasi dalam suatu masyarakat atau Negara dan juga merupakan kekuatan ekonomi atau sumber daya manusia dalam suatu masyarakat. Pendekatan kapital sosial menonjol dalam era globalisasi karena kecenderungan pupusnya rasa persatuan dan menurunnya rasa nasionalisme akibat sikap eksklusivisme kelompok, komersialisasi dan kehidupan santai dalam era globalisasi.
Didalam dunia pendidikan politik juga berperan dan merupakan hal yang krusial bukan sekedar pelengkap saja. Hingga saat ini pandangan masyarakat masih menganggap bahwa hal pokok bagi kemajuan suatu bangsa adalah ekonomi dan politiknya. Hal itu tercermin dari pola pikir politikus kita yang selalu berorientasi pada dua bidang itu. Sangat jarang politikus yang memprioritaskan pada sektor pendidikan dalam agenda politiknya. Kondisi demikian juga terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, prioritas pembangunan kita masih saja pada sector ekonomi, politik hankam, politik luar negeri dan belum pernah sampai pada wacana untuk memprioritaskan pada sector pendidikan. Hal demikian barangkali juga dipicu oleh pemahaman bahwa pendidikan tidak secara langsung dapat diketahui hasilnya dan memerlukan biaya yang sangat besar sedangkan sektor lainnya bisa dengan cepat diketahui hasilnya.


BAB III
PENUTUP
A.    Kelebihan Penulis
1.      Jurnal menyampaikan dengan rinci hal-hal yang terlibat dalam pembahasan tersebut.
2.      Jurnal memaparkan secara jelas dan lengkap mulai dari pendahuluan atau latar belakang dari permasalahan apa pengaruh politik dalam pendidikan
3.      Jurnal ini sangat membantu kita para pembaca dibidang pendidikan maupun politik, memberitahuakan kita bbetapa pentingnya kedua hal tersebut disuatu keadaan sosial
B.     Kekurangan Penulis
1.      Space penulisan kurang teratur, seperti font yang berbeda-beda tiap bab, ukuran.
2.      Pembahasan kurang menarik, dan terlalu monoton.
























http://download.portalgaruda.org/article.php?article=307152&val=455&title=PENGARUH%20POLITIK%20DALAM%20BIDANG%20PENDIDIKAN

Sabtu, 10 Maret 2018

Critical Book Review Manajemen Pendidikan

Critical Book Review
Manajemen Pendidikan
Reviewer : Namebat Sinaga
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Identitas Buku I
1.      Judul Buku            : Manajemen Pendidikan Masa Kini
2.      Penerbit                 : UMSU Press
3.      Penulis                   : Muhammad Arifin, M. Pd
              Dr. Elfrianto, M.Pd
4.      Tahun Terbit          : 2017
5.      Cetakan                 : Pertama
6.      Tebal Halaman      : 385
7.      Harga                    : Rp. 65.000;
8.      No. ISBN              : 978-602-6997-69-2




                                         

B.     Isi Buku I
Dalam buku Manejemen Pendidikan Masa Kini penulis membahas  secara detail tentang teknis-teknis dalam upaya mencapai sebuah profesionalitas dalam memanajemen system suatu organisasi pendidikan. Buku ini juga menyertakan beberapa hal tentang bagaimana menjadi seoranng pengajar yang baik dalam manajemen seluruh struktur organisasi kependidikan khsusunya sekolah. Dan menjelaskan mengenai isi buku byukan hanya satu menejemen saja melainkan menjelaskan menejemen peserta didik yang mengartikan bahwa penataan dan pengaturan terhadap kiegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai keluarnya peserta didik, tersebut disekolah. (Mulyasa, 2007, 46). Selain itu buku ini juga membahas mengenai Menejemen Tenaga Pendidik, Menejemen Sarana Prasaran, Menejemen Keuangan Sekolah, dll. Tentunya ada pada buku ini juga membahas tentang Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan sebagaimana mutu didefiniskan adalah sebuah hal yang berhubungan dengan gairah dan harga diri (Tom Peters dan Nacie Austin, A Passion for Exellence 1985) dalam Edward Sallis (2012:29). Lebih luas dari itu, konsep buku atau jasa yang diberikan oleh sebagai pembuat atau pemberi jasa yang didasarkan pada spesifikasi mengorientasikan proses manajemen untuk mencapai mutu baik pada input, proses, maupun output organisasi, sehingga diharapkan akan selalu memiliki hubungan yang berarti dengan pelanggan sedangkan penjamin mutu. Menurut Depdiknas (1999) dalam Amirudin Siahaan dkk. (2006:32-33) mengungkapkan beberapa indicator karakteristik MPBS atau MBS. Merefleksikan peran dan tanggung jawab masing-masing pihak tak lain sebagai berikut : lingkungan sekolah yang aman dan tertib, sekolah memiliki misi dan target mutu yang ingin dicapai, sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat, adanya harapan yang tinggi dari personil sekolah untuk berprestasi, adanya pengembangan iptek ,adanya pelaksanaan evaluasi akademik dan administrative, adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua siswa dan masyarakat lainnya.

C.     Kelebihan Buku
·         Menurut saya pribadi dari segi tampilan, buku ini memiliki desain cover yang elegan dan terlihat eksklusif.
·         Rapi dalam peletakan tabel-tabel yang disusun sangat rapi.
·         Perekatnya memiliki kualitas yang cukup baik. Dan kertas-kertasnya lumayan nyaman untuk digeser halamannya dengan jari.
·         Isi yang ditawarkan dalam buku ini sangat detil mengenai hal-hal teknis yang menyangkut tentang cara-cara professional untuk memanajemen suatu organisasi pendidikan.
·         Banyak juga dijelaskan contoh kasus dan permasalahan nyata yang terjadi di dunia Manajemen Pendidikan. Dan Solusi-solusi yang ditawarkan oleh sang penuslis sangat baik dan mungkin pemikirannya sangat berbeda pula dengan orang-orang biasa.
·         Harga cukup sesuai dengan Kualitas dan isi yang ditawarkan

D.    Kelemahan Buku
·         Mungkin bagi beberapa orang yang kurang suka membaca buku ini terasa sedikit membosankan karna ketebalan buku ini.
·         Masih banyak kata-kata yang salah cetak atau salah penulisan. Ada beberapa huruf yang kurang dalam satu kalimat.
·         Terdapat banyak foto tetapi karna tidak berwarna menjadikan buku tidak terlalu menarik.









Buku II
A.    Identitas Buku
1.      Judul Buku            : Manajemen Pendidikan
2.      Penerbit                 : Holistika Lombok
3.      Penulis                   : Dr. M. Sobry Sutikno
4.      Tahun Terbit          : 2012
5.      Cetakan                 : Pertama
6.      Tebal Halaman      : 202
7.      Harga                    : Rp. 43.000
8.      No. ISBN              : 978-602-18045-0-6


                                           
B.     Isi Buku
Pada awal bab buku ini membahas mengenai konsep dasar manajemen pendidikan termasuk didalamnya ciri-ciri nilai dasar dan fungsi dari manajemen terutama dalam pendidikan islam. Menurut buku ini manajemen pendidikan adalah serangkaian kegiatan, merencanakan, mengorganiasaikan, memotivasi, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya didalam dunia pendidika. Dilanjutkan dengan pembahasan fungsi perencanaan, kriteria perencanaan yang baik, proses perencanaan, jenis-jenis perencanaan dan karakteristik perencanaan. Penyertaan fungsi motivasi juga sangat membantu dalam proses manajemen secara umum maupun manajemen pendidikan islam itu sendiri, seorang pemimpin harus selalu dapat memotivasi (memelihara semangat, kesadaran dan kesungguhan dari anggotanya untuk terus bergerak menunjukkan kinerja yang optimal).

C.     Kelebihan Buku
·         Cover dari buku ini cukup menarik dan enak dilihat
·         Ketebalan buku ini pas sehingga tidak terlalu membuat pembaca seakan bosan seketika melihatnya.
·         Kertas yang digunakan bagus, nyaman ketika tersentuh oleh jari
·         Isi dari buku ini yang tak kalah menarik dengan buku pertama adalah ini mengkhususkan terlebih pada pendidikan islam dan juga menyantumkan komunikasi serta motivasi pada beberapa bab.
·         Buku ini juga menarik karena memiliki kutipan kata-kata bijak dari para tokoh-tokoh, seperti istilahnya buku ini memiliki aksesoris mini di setiap halamannya.
D.    Kelemahan Buku
·         Tidak ada satu pun data, grafik dan gambar pada buku ini
·         Buku ini tidak menyertakan contoh kasus yang terjadi di lingkungan yang ada

BAB II
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Kedua buku ini saling bertujuan untuk menginformasikan bagi para pembaca termasuk bagi para pendidik maupun pembaca pada umumnya agar dapat memanfaatkan dunia pendidikan dengan efisien dan seinovatif mungkin dengan jalan memanajemenkan pendidikan dengan baik dan terstruktur di setiap jenjang pendididkannya.